Penerapan Metode Regresi Linier untuk Memprediksi Kebiasaan Pelanggan Studi Kasus: PT. Mensa Binasukses

  • Arief Kurniadi STIKOM Dinamika Bangsa
  • Jasmir Jasmir
  • Yudi Novianto

Abstract

  1. Mensa Binasukses merupakan distributor usaha yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan, khususnya dalam hal penjualan obat-obatan, baik itu penjualan obat melalui resep dokter maupun apotek. Adanya aktivitas transaksi penjualan di perusahaan tersebut akan menghasilkan tumpukan data yang semakin lama semakin besar, sehingga dapat menimbulkan masalah. Data transaksi biasanya disimpan pada suatu basis data yang besar dan semakin bertambah setiap waktu. Tidak adanya pengolahan lebih lanjut terhadap data transaksi menyebabkan data-data transaksi tersebut hanya akan menjadi tumpukan sampah tidak berguna, sementara kebutuhan ruang database semakin membesar. Oleh karena itu, peneliti melakukan analisis Data Mining pada transaksi penjualan tersebut agar menjadi informasi yang dapat digunakan untuk PT. Mensa Binasukses. Peneliti mengambil data transaksi penjualan pada bulan Januari sampai dengan November sebanyak 150 data transaksi. Dalam melakukan analisisnya peneliti menggunakan tools WEKA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Setelah dilakukan analisis prediksi regresi linier pada tools WEKA menggunakan 10-Fold Cross Validation, maka di dapatlah akurasi tertinggi yaitu pesanan terbanyak adalah 7038 dengan rata-rata 625,367 nama obat FINPRO BOX 30 TABLET, penjualan terbanyak adalah 6599 dengan rata-rata 628,753 nama obat FINPRO BOX 30 TABLET, saldo terbanyak adalah 988 dengan rata-rata 106,967 nama obat OTTOPAN SYRUP 60 ML BOTL.

Published
2020-06-03
How to Cite
KURNIADI, Arief; JASMIR, Jasmir; NOVIANTO, Yudi. Penerapan Metode Regresi Linier untuk Memprediksi Kebiasaan Pelanggan Studi Kasus: PT. Mensa Binasukses. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Informatika, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 107-121, june 2020. Available at: <http://ejournal.stikom-db.ac.id/index.php/jimti/article/view/844>. Date accessed: 13 aug. 2020.